Saturday, April 18, 2020

MAKALAH
AKUNTANSI KEUANGAN







DISUSUN OLEH
Riris Monica
XI.Akuntansi



SMK PARIWISATA METLAND CILEUNGSI

JURUSAN AKUNTANSI
2019

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karuniaNya makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui tentang “ Mengelola Persediaan “. Yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber di internet.
Semoga makalah ini dapat memberikan kita wawasan yang lebih luas lagi. Walaupun saya menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini, untuk itu saya menerima semua saran dan kritik yang bersifat membangun dalam penyempurnaan makalah ini.













BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Mengelola persediaan adalah bagian penting untuk kemajuan setiap bisnis, tetapi banyak pebisnis yang tidak melalukan pengelolaan ini dengan baik ketika menyangkut produBk yang mereka jual. Agar bisnis berjalan dengan lancar, kita harus mengetahui cara mengelola persediaan dengan baik. Jika tidak, maka hal ini dapat menyebabkan banyak masalah dan mulai mengganggu aktivitas operasional dan juga pelayanan bisnis sehari-hari. Berikut adalah cara efektif dalam pengelolaan persediaan barang :
1. Masalah utama pencatatan stok barang
Pada umumnya perusahaan selalu ingin mengelola stok persediaan barang mereka dengan baik agar mengurangi resiko terjadinya kehilangan barang, kerusakan dan juga kesalahan prediksi pemesanan. Namun dalam pengelolaan stok persediaan merupakan hal yang bisa dibilang cukup sulit. Terdapat banyak hal yang perlu dilakukan dengan benar, seperti : Menghitung saldo, menentukan harga pokok, melakukan pemesanan stok dan lain sebagainya.
Ada beberapa masalah utama pencatatan stok barang yang sering terjadi :
Tidak adanya perencanaan dan proyeksi atas pengendalian persediaan


Untuk mendapatkan perkiraan waktu yang tepat ketika memesan banyak barang yang diperlukan maka kita harus melakukan perencanaan dan proyeksi yang matang. Jika kita melakukan hal tersebut, maka secara otomatis stok persediaan yang dibutuhkan tidak akan pernah kekosongan.



Kurang memahami sistem persediaan dan metode harga pokok


Hingga saat ini, masih banyak pebisnis yang masih kurang memahami tentang sistem dan metode ini sehingga mengakibatkan banyak stok barang yang terdapat pada investaris yang mengalami kerusakan, kehilangan, dan juga barang yang kadaluarsa. Jika hal ini sering terjadi, maka beban bisnis akan semakin bertambah yang berdampak pad kerugian.



Tidak adanya sistem pengendalian


Tidak adanya perencanaan atas pengendalian stok persediaan. Perencanaan dilakukan untuk memperkirakan waktu yang tepat untuk memesan barang sekaligus barang apa saja yang memang diperlukan. Memesan barang yang tidak diperlukan bisa menyebabkan kerugian dan beban semakin bertambah.

2. Memahami konsep dasar pencatatan persediaan
Aktifitas pencatatan persediaan barang merupakan sebuah hal yang sangat penting dilakukan oleh setiap bisnis. Hal ini bertujuan untuk menjaga persediaan barang agar selalu tersedia bagi konsumen dan juga penting memudahkan perhitungan modal















II. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas kali ini :
1. Pengertian persediaan, klasifikasi persediaan, sistem pencatatan persediaan periodik dan sistem pencatatan perpetual FIFO, LIFO, Rata – rata.
2. Kartu persediaan dengan sistem periodik FIFO, LIFO, Rata- rata
3. Kartu persediaan dengan sistem perpetual FIFO, LIFO, dan rata-rata

















BAB II
PEMBAHASAN
Persediaan adalah barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa periode yang akan datang. Persediaan terdiri dari persediaan barang baku, persediaan barang setengah jadi dan persediaan barang jadi. Pesediaan merupakan salah satu asset yang paling mahal dibanyak perusahaan, mencerminkan sebanyak 40 % dari modal yang diinvestasikan.
Klasifikasi Persediaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

* Menurut PSAK No.14 ( 2007 )

Istilah persediaan dalam akuntansi ditunjukkan untuk menyatakan suatu jumlah aktiva berwujud yang memenuhi kriteria yang menyatakan bahwa persediaan adalah aktiva:

a) Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal
b) Dalam proses produksi dan atau perjalanan atau
c) Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi

* Menurut jenis perusahaan

Persediaan barang diklasifikasi sesuai dengan jenis usaha perusahaan tersebut. Dalam perusahaan perdagangan persediaan barang merupakan aktiva dalam bentuk siap dijual kembali dan yang paling aktif dalam operasi usahanya. Sedangkan dalam manufaktur, persediaan barang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : persediaan bahan baku, dan barang jadi. Terdapatnya klasifikasi persediaan yang berbeda antara perusahaan perdagangan dengan perusahaan manufaktur adalah karena fungsi dua perusahaan itu memang berbeda. Fungsi perusahaan perdagangan adalah  menjual barang yang diperolehnya dalam bentuk yang sudah jadi.
Sedangkan fungsi perusahaan manufaktur adalah mengelola bahan mentah menjadi produk selesai.

Sistem pencatatan persediaan periodik dan sistem pencatatan perpetual FIFO, LIFO, Rata-rata

Untuk dapat menetapkan nilai persediaan pada akhir periode dan menetapkan biaya persediaan selama satu periode, sistem persediaan yang digunakan adalah :
a. Sistem Periodik (Physical) yaitu pada setiap akhir periode dilakukan perhitungan secara phisik untuk menentukan jumlah persediaan akhir. Perhitungan tersebut meliputi pengukuran dan penimbangan barang-barang yang ada pada akhir periode untuk kemudian dikalikan dengan suatu tingkat harga/biaya. Perusahaan yang menerapkan sistem periodik umumnya memiliki karakteristik persediaan yang beraneka ragam namun nilainya relatif kecil.
b. Sistem pencatatan perpetual ( Permanen ) yaitu melakukan pembukuan atas persediaan secara terus-menerus yaitu dengan membukukan setiap transaksi persediaan baik pembelian maupun penjualan. Sistem perpetual ini seringkali digunakan dalam hal persediaan. Memiliki nilai tinggi untuk mengetahui posisi persediaan pada suatu waktu sehingga perusahaan dapat mengatur pemesanan kembali.
Perbedaan penggunaan kedua metode adalah pada akun yang digunakan untuk mencatat pembelian persediaan. Pada sistem pencatatan periodik pembelian persediaan dicatat dengan mendebit akun pembelian sehingga pada akhir periode akan dilakukan penyesuaian untuk mencatat harga pokok barang yang dijual dan melaporkan nilai persediaan pada akhir periode.
Metode dalam penentuan nilai persediaan
Metode yang dapat kita pergunakan yaitu : Metode FIFO, Metode LIFO, Metode Rata-rata.
1. Metode FIFO ( First In First Out )
Dalam metode ini, barang yang pertama kali masuk dianggap dijual terlebih dahulu. Jadi harga barang yang masih tersisa di persediaan kita adalah barang-barang yang terakhir dibeli oleh kita.
2. Metode LIFO ( Last In First Out )
Metode ini merupakan kebalikan dari metode yang pertama disebutkan diatas. Jadi barang yang pertama kali dijual justru adalah barang yang terakhir kali dibeli. Dan barang yang masih ada di persediaan kita adalah barang-barang yang pertama kali kita beli.
3. Metode Rata-Rata ( Average Method )
Nilai persediaan barang yang ada di unit kita dihitung berdasarkan harga rata-rata pembelian. Dalam metode ini terdapat dua cara penghitungan yang berbeda.

a. Rata-rata sederhana    Nilai rata-rata ditentukan dari rata-rata harga beli barang            secara global.
b. Rata-rata tertimbang         Nilai rata-rata per unit.